Kamis, 27 November 2014

Rumus-rumus Bangun Ruang

Ilmu Matematika tidak lepas dari rumus-rumus bangun ruang seperti kubus, balok, tabung, kerucut, limas, dan bola. Bangun Ruang sedikit agak berbeda dari Bangun Datar dalam menentukan rumus nya yang tegantung dari bentuknya bangun masing-masing karena secara umum bentuk dari bangun ruang adalah 3 Dimensi yang mempunyai isi berbeda dengan bangun datar yang hanya 2 Dimensi.

Berikut adalah rumus-rumus bangun ruang :


1.    Kubus
Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang berbentuk bujur sangkar.
Rumus-rumus Bangun Ruang
Kubus
a.    Luas Permukaan kubus
  • L= 6 a2

b.    Volume Kubus
V = a x a x a atau V = a3

2. Balok
Balok adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam bidang yang berbentuk persegi panjang dan sepasang-sepasang kongruen.
Rumus-rumus Bangun Ruang
Balok
Keterangan :
  • p = panjang balok
  • l =lebar balok
  • t = tinggi balok

a.    Luas balok:

  • L = 2 (p.l +p.t + l.t)

b.    Volume balok:

  • V = p x l x t

3.Tabung (silinder)
Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua sisi yang kongruen dan sejajar yang berbentuk lingkaran serta sebuah sisi lengkung.
 Rumus-rumus Bangun Ruang Balok
Tabung
Keterangan:
r = jari-jari tutup/alas tabung                    t = tinggi tabung
  • Volume tabung = luas alas x tinggi
  • Luas alas = luas lingkaran = πr2
  • Volume tabung = π r 2 t
  • Keliling lingkaran alas/tutup = 2πr
  • Luas Selimut= 2πrt
  • Luas Permukaan Tabung = 2 x luas alas + Luas selimut tabung
  • Luas Permukaan Tabung = 2 (π r 2 )+ 2 π r t = 2 π r ( r + t )

4. Kerucut
Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah sisi alas berbentuk lingkaran dan sebuah sisi lengkung.
 Rumus-rumus Bangun Ruang Balok
Kerucut
Keterangan:
r = jari-jari alas kerucut                        t = tinggi kerucut
  • Luas selimut = π x r x s
  • Luas alas = π x r 2
  • Luas Permukaan kerucut = Luas alas + Luas Selimut
  • Luas Permukaan kerucut = πr2 + πrs = π r (r + s)
  • Volume Kerucut =1/3 x Luas alas x tinggi = 1/3 π r2 t

5. Prisma

Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua buah bidang sejajar dimana bidang-bidang sejajar tersebut merupakan bidang atas dan bidang atas (tutup).

 Rumus-rumus Bangun Ruang Balok
Prisma
Rumus-rumus pada prisma:
  • Luas Permukaan Prisma       V = L alas x t
  • Luas = (2 x luas alas) + luas sisi tegak
  • Volume Prisma

6.Limas 
Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah segi sebagai bidang alas dan beberapa bidang tegak berbentuk segitiga.
 Rumus-rumus Bangun Ruang Balok
Limas
  • Volume Limas :
  • Volume = luas alas x tinggi x

7. Bola
 Rumus-rumus Bangun Ruang Balok
Bola
  • Rumus Volume Bola = 4/3 x phi x jari-jari x jari-jari x jari-jari
  • Rumus Luas Bola = 4 x phi x jari-jari x jari-jari atau 4 x phi x r2
  • Phi = 3,14 atau 22/7


Senin, 17 November 2014

Pengertian Filtrasi Glomerulus

Pengertian Filtrasi Glomerulus
Gambar 1
Filtrasi Glomerulus merupakan proses yang pasif, tidak selektif, dimana cairan dan zat-zat terlarutnya terdorong melalui membrane semi permeable melalui tekanan hidrostatik. Sejumlah cairan yang terfiltrasi dari darah kedalam Kapsula bowmen dalam setiap menitnya disebut dengan Glomerular Fitration Rate (GFR). GFR di pengaruhi oleh tiga factor :
  • Total permukaan yang memungkinkan untuk proses filtrasi
  • Permeabilitas membrane filtrasi
  • Total tekanan filtrasi

Kerusakan Glomerulus pada GN
Kerusakan Glomerulus tidak langsung disebabkan oleh endapan kompleks imun. Berbagai proses inflamasi,sel inflamasi,mediator inflamasi dan komplemen berperan pada kerusakan glomerulus. Kerusakan Glomerulus dapat terjadi dengan melibatkan system komplemen tanpa keterlibatan sel inflamasi, dan melibatkan Inflamasi.
Pada sebagian GN, endapan kompleks imun akan memicu proses inflamasi dalam glomerulus dan menyebabkan Proliferasi Sel. Terdapat 2 bentuk cedera akibat antibody:
a. Cedera akibat pengendapan kompleks antigen-antibodi larut yang beredar dalam darah di glomerulus.
b. Cedera oleh antibodi yang bereaksi in situ di dalam glomerulus,baik dengan antigen glomerulus tak larut yang menetap (intrinsic) maupun dengan molekul yang bersangkut di glomerulus.

Minggu, 16 November 2014

Pengertian Hemoglobin



Pengertian Hemoglobin
Hemoglobin


Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Sedangkan Menurut William, Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian haeme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida. Haeme adalah suatu Derivat Porfirin yang mengandung besi. Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin. Ada 2 pasangan polipeptida dalam tiap molekul hemoglobin, 2 subunit mengandung satu jenis polipeptida dan 2 mengandung lainnya. Pada hemoglobin manusia dewasa normal (hemoglobin A), 2 jenis polipeptida dinamai rantai α, masing-masingnya mengandung 141 gugusan asam amino dan rantai β, yang masing-masingnya mengandung 146 gugusan asam amino. Sehingga hemoglobin A dinamai α2β2.

Hemoglobin mempunyai peran penting dalam Sistem Sirkulasi. Fungsi utama hemoglobin dalam tubuh yaitu mengikat oksigen yang akan berdifusi dari Alveoli ke dalam darah paru, kemudian melepaskan Oksigen di dalam kapiler jaringan perifer dan diteruskan menuju sel yang tekanan gas oksigennya lebih rendah.


Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah Anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.

Kadar normal hemoglobin

Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasien :

Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl
Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl
Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl
Anak anak : 11-13 gram/dl
Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl
Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl
Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl
Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl

Metode analisa Hb ada 2 yaitu:

  • Metode Sianmethemoglobin ( dengan lar Drabkins ) dibaca dengan metode kolorimetri ( spektrofotometer ).
  • Metode Sahli ( asam hematin ) dibaca juga dengan metode kolorimetri (dikerjakan praktikum).


Pengertian Sistem Ekskresi



Pengertian Sistem Ekskresi
Ekresi

Ekskresi adalah proses pengeluaran atau pembuangan zat-zat sisa hasil Metabolisme tubuh. Zat-zat sisa metabolisme dapat berupa gas, zat cair dan zat padat. Eksresi adalah prose pembuangan zat sisa yang berbentuk gas dan cair. Alat dan sistem ekskresi pada setiap makhluk hidup tidaklah sama. Pada manusia, zat-zat sisa metabolisme di keluarkan melalui organ-organ tertentu, seperti zat sisa yang berupa gas dan uap air di keluarkan melalui paru-paru, zat sisa yang berupa air di buang melalui kulit dan ginjal, serta zat sisa yang mengandung senyawa-senyawa N di buang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Organ Sistem Ekskresi

Alat-alat ekskresi pada manusia meliputi organ-organ atau bagian tubuh tertentu, yaitu paru-paru, hati, ginjal dan kulit.
               
1. Paru-paru

Paru-paru sebagai organ untuk bernapas mengeluarkan zat sisa pernapasan berupa CO2 dan uap air. Zat-zat ini berasal dari jaringan tubuh yang dibawa oleh darah dan dikeluarkan oleh paru-paru. Di dalam paru paru terdapat alveolus yang jumlahnya sangat banyak, disinilah terjadi pertukaran antara gas O2 dan CO2.

2. Hati

Hati merupakan organ tubuh yang berbentuk dua bongkahan berwarna merah dan terletak di rongga perut sebelah kanan. Hati mampu merombak protein dan zat sisa seperti ureum. Dalam hati terjadi perombakan sel darah merah. Zat besi (Fe), dan globin (Sejenis protein). Zat besi dan Globin dipergunakan lagi dalam pembentukan sel darah merah baru, sedangkan Hemin akan diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) dan kemudian dibuang bersama urin. Empedu yang dihasilkan hati tersusun atas ait, garam-garam mineral, urea, bilirubin disalurkan ke dalam kantung empedu dan kemudian akan masuk ke dalam usus halus. Cairan empedu yang dimanfaatkan di usus adalah garam-garam empedu (berwana kuning kehijauan), akan dikeluarkan bersama-sama feses dan urin.

Selain berfungsi sebagai alat pengeluaran, hati juga mempunyai fungsi lain yang berguna bagi tubuh antara lain:

  • menyimpan gula dalam bentuk glikogen,
  • menawarkan racun,
  • membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A,
  • mengatur kadar gula dalam darah,
  • membuat fibrinogen serta protombin,
  • menghasilkan zat warna empedu,
  • Tempat pembentukan urea.

3. Ginjal

Ginjal manusia merupakan organ yang jumlahnya sepasang. Letak ginjal di dalam rongga perut ke arah bagian belakang. Kedudukan ginjal sebelah kiri lebih tinggi sedikit daripada ginjal kanan. Dari ginjal keluar sepasang saluran yang disebut Ureter, yaitu saluran yang berisi urin dari ginjal. Ureter akan menuju ke kandung kemih. Dari kandung kemih, urin disalurkan keluar melalui saluran yang disebut uretra. Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah. Jika dibelah secara membujur, ginjal terdiri atas tiga lapisan, yakni korteks (kulit ginjal), medula (sumsum ginjal, dan pelvis (rongga ginjal). Pada dasarnya, ginjal terdiri atas ribuan saringan kecil yang disebut nefron. Suatu nefron terdiri atas kapsula Bowman, tubulus proksimal, tubulus distal, dan lengkung Henle. Di dalam Kapsula Bowman terdapat Glomerulus. Pembentukan urine atau air seni akan melewati bagian-bagian tersebut. Pembentukan urine terjadi melalui tiga tahap, yakni filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran). Setiap saat, ginjal senantiasa menyaring darah sehingga selalu terbentuk urine. Pada glomerulus, darah akan disaring dan dihasilkan air serta bahan terlarut lainnya (filtrasi). Hasil penyaringan tersebut akan mengalir melalui tubulus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus distal. Pada tempat tersebut, terjadi penyerapan kembali bahan-bahan yang masih diperlukan tubuh (reabsorpsi). Selain itu, terjadi juga pengeluaran bahan-bahan yang tidak diperlukan tubuh (sekresi) sehingga terbentuklah urine. Selanjutnya, urine akan mengalir menuju pelvis, ureter, kandung kemih, uretra, dan dikeluarkan dari tubuh. Urine dari rongga ginjal, menuju ke kandung kemih melalui ureter. Saat kandung kemih penuh maka dindingnya menjadi tegang. Hal ini akan merangsang kita untuk membuang urine. Saat dinding kandung kemih tegang, dinding saluran urin (uretra) berelaksasi. Pengeluaran urin sesuai kehendak kita, yaitu dengan memerintahkan otot Spinkter di ujung uretra untuk berkontraksi atau berelaksasi. Bila diperintahkan untuk kontraksi maka urin akan tertahan. Sebaliknya, bila relaksasi urin akan dikeluarkan.

4. Kulit

Kulit mempunyai fungsi utama sebagai pelindung tubuh. Kulit melindungi tubuh dari perubahan lingkungan, sinar yang membakar tubuh, kuman penyakit, dan zat-zat kimia. Kulit pun dapat berfungsi sebagai alat ekskresi. Struktur kulit terdiri atas lapisan epidermis dan dermis. Epidermis bagian terluar biasanya merupakan bagian yang tersusun dari sel-sel mati sehingga mudah mengelupas. Pergantian lapisan epidermis dilakukan oleh lapisan sel-sel hidup, yang disebut Lapisan Malphigi. Warna kulit seseorang ditentukan oleh pigmen yang terkandung di dalam sel-sel lapisan Malphigi. Sel-sel ini disuplai makanan dan oksigen oleh pembuluh kapiler yang ada di bawahnya. Dermis atau kulit jangat merupakan lapisan kulit tempat terdapatnya akar rambut, kelenjar minyak, saraf, pembuluh darah, jaringan lemak dan kelenjar keringat. Bagian pangkal akar rambut berupa kantong yang disebut folikel rambut. Pada akar rambut, menempel otot polos. Otot polos ini saat berkontraksi akan membuat rambut menjadi tegak. Pada Folikel terdapat papilla rambut, yaitu jaringan yang selalu membelah dan membuat rambut semakin panjang terutama pada rambut yang tumbuh di kepala. Pada rambut terdapat pigmen yang memberikan warna kepada rambut. Kelenjar minyak pada kulit berfungsi untuk meminyaki rambut dan permukaan kulit sehingga terjaga dari pengaruh suhu yang tinggi atau keadaan kekeringan dari lingkungan. Saraf pada kulit berfungsi sebagai organ reseptor dari rangsang panas, dingin, tekanan, dan rasa sakit. Pembuluh darah dalam kulit penting untuk menyuplai makanan dan oksigen pada jaringan yang ada dalam dermis. Jaringan lemak berfungsi sebagai isolator tubuh, sehingga orang yang mempunyai lapisan lemak tebal di bawah kulitnya lebih tahan terhadap cuaca dingin. Kelenjar keringat berbentuk seperti saluran yang bergulung tak teratur dengan kapiler-kapiler darah. Kelenjar keringat menyerap air dan garam-garam dari kapiler darah. Penyerapan ini berlangsung lebih banyak apabila pembuluh kapiler melebar. Melebarnya pembuluh kapiler bisa diakibatkan oleh suhu badan lebih tinggi dari lingkungan.

 Fungsi ginjal

Fungsi dari ginjal adalah sebagai berikut:
  • Untuk menyaring darah
  • Osmoregulasi, yaitu pembuangan kelebihan air agar keseimbangan konsentrasi darah terjaga
  • Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu.
  • Mengekskresikan gula darah yang melebihi kadar normal
  • Mempertahankan keseimbangan asam dan basa darah
 Adapun zat-zat yang terkandung dalam urine normal adalah sebagai berikut:
  • Urea
  • Amonia
  • Air
  • Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin)
  • Zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin, obat-obatan

Definisi Gerak Suatu Benda



Gerak

Gerak adalah perubahan posisi suatu benda terhadap titik acuan. Titik acuan sendiri didefinisikan sebagai titik awal atau titik tempat pengamat.
Gerak Bersifat Relatif artinya gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya. Benda yang bergerak dapat dikatakan tidak bergerak, sebgai contoh meja yang ada dibumi pasti dikatakan tidak bergerak oleh manusia yang ada dibumi. Tetapi bila matahari yang melihat maka meja tersebut bergerak bersama bumi mengelilingi matahari.
Jenis / Macam-Macam Gerak


1. Gerak Semu atau Relatif

Gerak semu adalah gerak yang sifatnya seolah-olah bergerak atau tidak sebenarnya (ilusi).
Contoh :
  • Benda-benda yang ada diluar mobil kita seolah bergerak padahal kendaraanlah yang bergerak.
  • Bumi berputar pada porosnya terhadap matahari, namun kita melihat matahari bergerak dari timur ke barat.

2. Gerak Ganda

Gerak ganda adalah gerak yang terjadi secara bersamaan terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya.
Contoh :

Seorang bocah kecil yang kurus dan dekil melempar puntung rokok dari atas kereta rangkaia listrik saat berjalan di atap krl tersebut. Maka terjadi gerak puntung rokok terhadap tiga (3) benda di sekitarnya, yaitu :
  • Gerak terhadap kereta krl
  • Gerak terhadap bocah kecil yang kurus dan dekil
  • Gerak terhadap tanah / bumi

3. Gerak Lurus

Gerak lurus adalah gerak pada suatu benda melalui lintasan garis lurus. Contohnya seperti gerak rotasi bumi, gerak jatuh buah apel, dan lain sebagainya. Gerak lurus dapat kita bagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

a. Gerak lurus beraturan (GLB)
    Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu benda yang lurus beraturan dengan kecepatan        yang tetap dan stabil.
     Misal :
  • Kereta melaju dengan kecepatan yang sama di jalur rel yang lurus
  • Mobil di jalan tol dengan kecepatan tetap stabil di dalam perjalanannya.
b. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)

    Gerak Lurus Berubah Beraturan adalah gerak suatu benda yang tidak beraturan             dengan kecepatan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.
     Misalnya :
  • Gerak jatuhnya tetesan air hujan dari atap ke lantai
  • Mobil yang bergerak di jalan lurus mulai dari berhenti

Pengertian Zat Dan Macamnya



Pengertian Zat Dan Macamnya
Zat
Zat Adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat bisa berupa zat padat, zat cair dan zat gas. Zat berdasarkan kemurniannya dapat dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :

A. Unsur

Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.

Contoh unsur :

- Unsur Emas / Au (Aurum)
- Unsur Nitrogen / N
- Unsur Platina / Pt
- Unsur Karbon / Carbon / C

B. Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait.

Contoh Senyawa :

- Senyawa Oksigen / O2
- Senyawa Air / H2O
- Senyawa Alkohol / C2 H5 OH
- Senyawa Garam Dapur / NaCl

C. Campuran

Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa.

Contoh Campuran :

- Udara
- Tanah
- Air 


Zat secara umum dibagi menjadi tiga antara lain zat padat, zat gas dan zat cair.
a.   Zat Padat
Padat adalah keadaan benda di mana volume dan bentuk tetap. Dalam benda padat, atom/molekul berdekatan, atau "keras", tetapi, tidak mencegah benda padat berubah bentuk atau terkompresi. Dalam fase padat, atom memiliki order ruang karena semua benda memiliki Energi Kinetik, atom dalam benda padat yang paling keras bergeraksedikit, tetapi gerakan ini tak terlihat.

b.   Zat Cair
Zat Cair adalah zat di mana volumenya mengikuti bentuk wadah. Zat cair merupakan salah satu jenis Fluida. Fluida merupakan zat yang mengalir.

c.    Zat Gas
Gas adalah suatu fase benda. Seperti cairan, gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk. Namun berbeda dari cairan, gas yang tak tertahan tidak mengisi suatu volume yang telah ditentukan, sebaliknya gas mengembang dan mengisi ruang apapun di mana mereka berada. Tenaga gerak/energi kinetis dalam suatu Gas adalah bentuk zat terhebat kedua (setelah plasma). Karena penambahan energi kinetis ini, Atom-Atom gas dan molekul sering memantul antara satu sama lain, apalagi jika energi kinetis ini semakin bertambah.


Jumat, 14 November 2014

Pengertian Basidiomycotina


Pengertian Basidiomycotina
Jamur Payung

Basidiomycotina adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Vegetative Basidiomycotina terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya), misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun. Jalinan hifa generative jamur ini ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak membentuk tubuh buah. Tubuh buah pada Basidiomycotina disebut basidiokarp.

Basidiokarp berukuran Makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti payung, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative.


Jamur ini banyak diburu para pengelola restoran, selain rasanya lezat, jamur ini juga bermanfaat bagi kesehatan seperti Mengobati Penyakit Jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, bahkan kangker dan HIV. Menu jamur telah banyak menjadi menu standar restoran-restoran kelas atas serta juga telah merambah industry makanan dan banyak ditemukan di supermarket, seperti kecap, garam, saus dan teh berbahan dasar jamur golongan ini. 

Basidiomycotina adalah kelompok jamur yang sangat tinggi tingkat perkembangannya dibandingkan kelompok-kelompok jamur lain. Bagian yang khas yang menjadi cirri khas dari golongan jamur ini adalah pada organ penghasil Spora berbentuk ganda yang khas yang disebut basidium.

 Klasifikasi Basidiomycota

Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :
  • Urediniomycetes,
  • Hymenomycetes, dan
  • Ustilaginomycetes (Sjamsuridzal, 2001).

KARATERISTIK

Basidiomycota yang uniseluler atau multiseluler, seksual atau aseksual, dan darat maupun di perairan. Memang, Basidiomycota begitu variabel yang tidak mungkin untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi yang kedua unik untuk kelompok dan konstan dalam kelompok. Fitur yang paling diagnostik adalah produksi basidia (sing. basidium), yang sel-sel yang dihasilkan spora seksual, dan dari kelompok yang mengambil namanya. Sebuah dikaryon berumur panjang, di mana setiap sel dalam talus berisi dua inti haploid yang dihasilkan dari aktivitas kawin, adalah fitur lain yang khas. Akhirnya, koneksi penjepit adalah jenis perkembangan hifa yang unik untuk Basidiomycota, meskipun mereka tidak hadir di semua Basidiomycota. Uraian berikut Karakteristik jejak Basidiomycota siklus hidup yang "biasa" spesies, dimulai di lokasi meiosis.

basidium adalah sel yang Karyogami (fusi nuklir) dan meiosis terjadi, dan pada yang haploid basidiospora terbentuk (basidia tidak diproduksi oleh Basidiomycota aseksual). Banyak Basidiomycota memproduksi basidia pada tubuh buah multiseluler (misalnya, jamur), tetapi basidia juga dapat dibentuk langsung dari ragi atau sel tunggal lainnya. Ada berbagai besar variasi morfologi basidium, jumlah spora terbentuk, dan bagaimana spora ditanggung pada permukaan basidium (Ingold 1991). Biasanya, empat spora diproduksi pada setiap basidium, pada ujung tangkai menit disebut sterigmata. Setiap spora biasanya berisi satu atau dua produk Meiosis Haploid.

Basidiomycotina memiliki ciri-ciri, antara lain:
  • Sifat hidupnya heterotof, ada yang saprofit misalnya Auricularia polyricha dan parasit misalnya Exobassidium vexans.
  • Ukurannya mikroskopis dan makroskopis dan bersel multiseluler.
  • Hifanya bersekat, hifa vegetatifnya mempunyai sati inti yang haploid.
  • Memiliki buah yang disebut basidiokarp (tempat terbentuknya basidium).
  • Umumnya badan buahnya berbentuk payung yang terdiri atas batang dan tudung.
  • Miseliumnya memasuki ujung atau seluruh substrat.
  • Reproduksi aseksual dengan membentuk spora vegetatif yaitu konida.
  • Reproduksi seksual dengan membentuk spora generatif yaitu basidiospora
  • Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
  • Reproduksi secara seksual dan aseksual.
  • Miselium ada 3 macam, yaitu: