Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014

Bagaimana Bisa Terjadinya Gempa Bumi ?



Bagaimana Bisa Terjadinya Gempa Bumi
Gempa Bumi
Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment Magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya


Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi Lapisan Litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.


Tipe Penanggulangan Gempa Bumi
  • Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
  • Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
Klasifikasi Gempa Bumi Menurut Kedalaman Hiposentrum
 
  • Gempa Bumi Dalam Gempa bumi dalam mempunyai hiposentrum yang letaknya berada pada kedalaman lebih dari 300 KM di bawah permukaan bumi. Karena letaknya hiposentrumnya yang dalam, gempa bumi jenis ini umumnya tidak terlalu berbahaya. 
  • Gempa Bumi Menengah Gempa bumi jenis ini mempunyai kedalaman hiposentrum antara 60 sampai 300 KM di bawah permukaan bumi. Gempa bumi menengah umumnya mempunyai dampak yang terasa dan menimbulkan kerusakan ringan. Gempa bumi tipe ini pernah terjadi di pulau sumatera bagian barat, pulau jawa bagian selatan, sepanjang teluk tomini, laut maluku, dan kep. Nusa Tenggara. 
  • Gempa Bumi Dangkal Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang letak hiposentrumnya kurang dari 60 KM di bawah permukaan bumi. Gempa bumi jenis ini dampaknya cukup berbahaya dan biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.


Bagaimana Gejala Vulkanisme Terjadi ?

Vulkanisme merupakan gejala alam akibat pergerakan magma. Magma berada di bawah kulit bumi dan berbentuk cair serta berpijar. Magma dapat bergerak naik ke permukaan bumi melalui saluran-saluran seperti pipa yang disebut Diatrema. Magma yang telah sampai di permukaan bumi disebut lava atau lahar. Pergerakan magma dibedakan menjadi dua macam, yaitu intrusi dan ekstrusi.


Simulasi Gunung Merapi

 a. Intrusi Magma

Intrusi magma atau disebut juga Plutonisme, merupakan pergerakan magma memasuki celah-celah kulit bumi, namun tidak sampai naik ke permukaan. Intrusi magma dapat menyebabkan terbentuknya bagian-bagian bumi sebagai berikut:
  • Keping intrusi atau sill yakni magma beku yang bentuknya lebar namun tipis, mendatar berada di antara    lapisan sedimen.
  • Batolit, yakni dapur magma beku yang tidak beralas.
  • Lakolit, yakni magma yang berada di antara dua lapisan batu dengan bentuk cembung dengan alas mendatar.
  • Korok atau gang, yakni magma beku yang posisinya memotong lapisan sedimen secara vertikal.
  • Apofisa, yakni cabang atau gumpalan dari korok.

   b. Ekstrusi Magma

Ekstrusi Magma merupakan pergerakan magma dari dapur magma ke permukaan bumi. Kita dapat menyaksikan peristiwa alam ini melalui letusan gunung berapi. Ekstrusi magma berdasarkan materi yang dikeluarkan dibedakan menjadi tiga yaitu:
  • erupsi eksplosif, yakni keluarnya magma dengan cara terlempar dengan materi relatif padat,
  • erupsi effusif, yakni magma keluar dengan cara meleleh dan bentuk materi cair, dan
  • erupsi campuran, yakni keluarnya materi padat dan materi cair secara bergantian.

Gunung Api (Volcano)

Gunung api adalah bukit atau gunung yang mempunyai lubang kepundan sebagai tempat keluarnya magma dan gas ke permukaan bumi.

Bentuk-bentuk Gunung Api :

1. Berdasarkan bentuk lubang tempat letusannya
a) Erupsi sentral
Yaitu letusan gunung api yang melalui sebuah lubang kepundan sebagai pusat letusannya. Erupsi ini menghasilkan 6 bentuk gunung api, antara lain :
  • Gunung api strato, yaitu gunung api yang timbunan lereng gunungnya berlapis-lapis.
  • Gunung api maar, yaitu gunung api yang terbentuk karena erupsi eksplosif sehingga membentuk lubang kawah yang besar.
  • Gunung api perisai, yaitu gunung api yang terbentuk karena lava yang melair tidak kental sehingga alasnya luas dan lerengnya landai.
  • Gunung api kerucut piroklastik adalah kerucut gunung api yang tersusun atas material piroklastik (bahan-banhan lepas gunung api).
  • Gunung api kaldera, yaitu suatu gunung api berbentuk kerucut terpancung dengan kawah yang sangat lebar (>2km) yang terbentuk akibat erupsi eksplosif yang sangat dahsyat.
  • Kubah lava, yaitu tonjolan batuan lava berbentuk membundar dengan kemiringan lereng relatif sama ke segala arah.

b) Erupsi Linier
Yaitu letusan melalui celah-celah atau retakan-retakan.

c) Erupsi Areal
Yaitu letusan melalui lubang yang sangat luas.

Apa Itu Tenaga Eksogen ?


Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen bersifat merusak dan mengikis kulit bumi, terutama pada bagian-bagian yang tinggi, tetapi sebaliknya tenaga eksogen mengisi bagian-bagian yang rendah.

Apa Itu Tenaga Eksogen ?
Gambar 1

Faktor yang berperan sebagai tenaga eksogen adalah air, angin, organisme, sinar matahari, dan es. Tenaga eksogen bisa menyebabkan terjadinya pelapukan (weathering), erosi, denudasi, tanah longsor, dan tanah menjalar (soil creep). dalam peristiwa pembentukan gunung (orogenesis), selalu diikuti adanya pengikisan permukaan bumi yang disebut glyptogenesis. Dengan adanya pengikisan ini mengakibatkan terjadinya Sedimentasi yang disebut Litogenesis. jadi, ketiga peristiwa tersebut selalu terjadi berturut-turut dan berulang-ulang, hingga susuan kulit bumi (litosfer) selalu berubah-ubah. peristiwa orogenesis, glyptogenesis, dan litogenesis disebut Siklus Geologi.


Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:
  • Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.
  • Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
  • Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

Perusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan. 

1.  Pelapukan 

Pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran, berupa:
  • Sinar matahari
  • Air
  • Gletser
  • reaksi kimiawi
  • kegiatan makhluk hidup (organisme)

2.  Erosi

Erosi
seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan). Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah
 erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak,seperti air sungai, angin, gelombang laut, atau gletser. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu : Erosi air, Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ), Erosi angin (deflasi), Erosi gletser (glasial)’, Erosi Akibat gaya berat.

  • Erosi Air

Erosi oleh air adalah  erosi yang di sebabkan oleh air atau air hujan. Jika tingkat curah hujan berlebihan sedemikian rupa sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan maka terjadilah genangan air yang mengalir kencang.Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang parah karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya, terutama pada tanah yang gundul.

  • Erosi Angin

Erosi oleh angin adalah pengikisan yang disebabkan oleh angin. Hembusan angin kencang yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai.

  • Erosi oleh gletser

Merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada saat musim semi, terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Akibatnya lereng menjadi lebih terjal.


3. Sedimentasi ( pengendapan )

Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin .

Proses sedimentasi atau pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya :

a) Pengendapan air ( akuatik)
  • Meander
Meander merupakan sungai yang berkelok – kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil.  Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungi, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan. Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

b) Delta

Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan – lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk Delta.


Kamis, 04 Desember 2014

Definisi Danau Dan Macamnya


Definisi Danau

Definisi Danau Dan Macamnya
Danau
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya Gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi, dan olahraga. 

Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh Daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan bumi utara pada ketinggian yang lebih atas.

Macam-macam danau berdasarkan proses terbentuknya:


a.  Danau Vulkanik adalah danau yang terbentuk di kawah atau kepundan yang                        batuannya kedap air kemudian terisi oleh air hujan.

      Contoh danau kepundan, yaitu:

  • Danau Kelimutu (Flores, NTT)
  • Danau Kelud
  • Danau Kerinci.

b. Danau tektonik adalah danau yang terbentuk karena ada kegiatan tektonik berupa                    patahan sehingga ada bagian kulit bumi yang mengalami pemerosotan sehingga                      terbentuklah celah yang kemudian berisi air sungai atau air hujan.

      Contoh danau tektonik adalah:

  • Danau laut tawar
  • Danau di atas
  • Danau di bawah
  • Danau singkarak
  • Danau malinjao
  • Danau poso
  • Danau tempe
  • Danau madanak
  • Danau sibenreng
  • Danau touti
  • Danau liboto
  • Danau rawapening.

c. Danau tektovulkanik adalah danau yang terbentuk selain karena adanya kegiatan                     vulkanisme berupa letusan gunung yang disertai kegiatan Vulkanisme gunung lapisan         batuan.

    Contohnya yaitu Danau Toba.


d.  Danau bendungan adalah danau yang terbentuk karena aliran sungai sengaja dibendung       sehingga aliran sungai tersumbat dan terbentuklah genangan.

      Contohnya:

  • Danau asahan (Sumatra)
  • Danau jatiluhur (Jawa Barat, membendung Sungai Citarum)
  • Danau cirata (Jawa Barat, membendung Sungai Citarum)
  • Danau saguling (Jawa Barat, membendung Sungai Citarum)
  • Danau gajah mungkur (membendung Sungai Brantas)
  • Danau karangkates (membendung Sungai Bengawan Solo)
  • Danau gendung ombo (membendung Sungai Serang).

e.  Danau glasial adalah danau yang terbentuk pada zaman es mencair, pada masa itu es              yang mencair membentuk lidah-lidah gletser atau es. Lidah-lidah gletser yang                         bergerak mengikis batuan dan hasil kikisannya diendapkan di suatu tempat membentuk        tanggul batuan yang disebut dengan morena.

     Contohnya:

  • Danau great bear
  • Danau Michigan.

Rabu, 03 Desember 2014

PERADABAN DI LEMBAH SUNGAI NIL

Sungai Nil
Sungai Nil terbentang dari Pegunungan Kilimanjaro (Sudan) hingga Laut Tengah dengan panjang kira-kira 5000 km. Sungai ini merupakan hadiah bagi bangsa Mesir karena daerah di sekilingnya adalah gurun pasir yang luas, apabila terjadi hujan akan terjadi bah yang membawa lumpur-lumpur mineral. Dari lumpur inilah tanah sangat cocok untuk dijadikan lahan bercocok tanam. 

Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Setiap tahun sungai Nil selalu banjir . Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libya. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.

Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran. Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegununganKilimanjaro sebagai hulu sungai Nil.

    "Mesir adalah hadiah Sungai Nil" ungkapan ini berasal dari sejarawan Yunani, yaitu Herodotus yang pernah mengunjungi Mesir kira-kira 350 SM. Dari ungkapan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Mesir merupakan daerah yang tandus. Seperti daerah-daerah Timur Tengah lainya, apabila tidak ada Sungai Nil. antara bulan Juli dan November, air Sungai Nil selalu meluap dengan permukaan yang tinggi, hingga dapat mengairi tanah-tanah sekitarnya sejauh 50 KM. Jika air sungai Nil surut ia akan meninggalkan tanah lumpur yang sangat subur untuk di tanami. Karena kesuburanya, Mesir di kenal dengan sebutan Gudang Gandum dari Timur Tengah. Bangunan rumah-rumah penduduk di tepi Sungai Nil pada mulanya terbuat dari lempengan- lempengan lumpur. Tentu saja bangunan seperti ini mudah rusak atau hancur. Dalam perkembangan nya bangunan-bangunan di Mesir di buat dengan bahan-bahan yang lebih baik mutu nya sehingga dapat bertahan lebih lama. Bangunan-bangunan yang seni bangunanya yang di nilai sangat tinggi saat itu yaitu Piramida dan kuil.

Sejak pemerintahan Firaun, mulai terbentuklah Kerajaan Mesir Raya yang terbagi atas tiga zaman yaitu: 

  • Kerajaan Mesir Tertua (3400-2160 SM) Raja Kerajaan Mesir tertua adalah Pharouk Menes yang mempersatukan wilayah Utara dan Selatan. Itulah sebabnya Ia di kenal dengan sebutan Nest Binti, yaitu raja  mesir Negeri Hulu dan Mesir Hilir yang memakai mahkota kembar. Raja-raja yang terkenal pada zaman Kerajaan Mesir Tertua adalah Chufu (Cheob), Chefren, dan Menkaure. Pada masa pemerintahan ketiga raja itu, kebudayaan Mesir sudah sangat tinggi. Hal ini dapat di buktikan dengan adanya bangunan-bangunan monumental, seperti Piramid, Spinx, Obelisk, dan Kuil. Raja dari Kerajaan Mesir Tua  terakhir adalah Raja Pepi II yang memerintah sekitar tahun 2500 SM . Setelah Ia meninggal , kerajaan nya terpecah belah menjadi daerah-daerah kecil yang di perintah oleh kaum bangsawan. 
  • Kerajaan Mesir pertengahan (2160-1788 SM) Kerajaan Mesir yang telah terpecah-pecah membutuhkan seseorang yang kuat untuk mempersatukannya kembali. Kira-kira pada tahun 2160 SM, Sesoastris III dapat mempersatukan Mesir. Kemudian ia dapat memperluas daerah kekuasaan nya sampai kedaerah Namibia. Di daerah ini ia membangun 12 benteng pertahanan, selanjutnya menyerbu Palestina dan berhasil menduduki Sichem. Pada masa pemerintahannya, perdagangan maju pesat, rakyat hidup sejahtera dan memiliki kebudayaan yang sangat tinggi. Pada zaman ini Raja-Raja Mesir yang meninggal dunia tidak lagi di makam kan dalam piramida melainkan disimpan dalam gua-gua karang. raja yang terkenal dari kerajaan mesir pertengahan adalah Amenhoteb III. Usaha yang pernah di lakukan nya adalah mengeringkan daerah Fayun yang berawa-rawa dan di jadikan sebagai daerah pertanian yang sangat subur. Setelah Amenhotep III meninggal, kerajaan Mesir kembali terpecah belah dan kemudian direbut oleh Bangsa Hyksos menguasai Mesir sekitar tahun 1788-1500 SM. Dari bangsa Hyksos inilah bangsa Mesir mempelajari siasat perang dengan memakai baju zirah dan senjata api.
  • Kerajaan Mesir Baru (1500-1100 SM) Pada tahun 1500 SM bangsa Hyksos berhasil di usir oleh bangsa mesir di bawah pimpinan Raja-Raja Thebe. Mesir yang telah mengalami kehancuran dibangun kembali. Kota Thebe di perindah, karena kota tersebut dianggap sebagai kota kediaaman Dewi Amon. Sejak zaman Mesir baru, Dewi Amon disamakan dengan Dewa Ra (Dwi Murti) Amon Ra. Raja-raja Thebe yang dianggap sebagai pembebas bangsa Mesir dari penguasa bangsa Hyksos adalah Ahmosis I dan Thutmosis I. Raja terbesar dari zaman ini adalah Thutmosis III yang mengawini adik kandung nya sendiri yaitu Putri Hatsepsut. Thutmosis III kemudian digantikan oleh putra nya yang bernama Thutmosis IV. Zaman setalah Thutmosis IV di kenal dengan nama Zaman Amarna. Raja yang memerintah adalah amenhoteb IV yang memindah kan Ibukota nya dari Thebe ke Amarna. Zaman Amarna di temukan 360 buah piagam dari tanah liat. pada zaman amarna timbul kepercayaan baru yang bersifat keesaan, karena dari Amon Ra beralih kepercayaan Dewa Aton. Dinasti terakhir yang memerintah adalah mesir adalah Ptolomeus. Dinasti ini merupakan dinasti ke-32 (332-30 SM) dengan Raja terakhir adalah Ratu Cleopatra.


Asal Mula Terjadinya Tata Surya



Asal Mula Terjadinya Tata Surya
Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh Gaya Gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, Sabuk Asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris(10.100 juta km).

Teori Terjadinya Tata Surya

Bagaimana Matahari, planet, dan satelit yang bekerja secara teratur dalam Tata Surya ini terjadi? Terdapat beberapa ahli yang mengungkapkan teori-teori terbentuknya sistem tata surya kita, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teori Nebula

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu (nebula) yang sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh alam semesta, karena proses pendinginan kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula berjalan lambat, selanjutnya semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari sedangkan sisanya tetap berputar dan terbentuklah planet beserta satelitnya.

2. Teori Planetesimal

Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi kita.

3. Teori Pasang

Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal.

Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.

4. Teori Lyttleton (Bintang Kembar)

Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planetplanet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.

5. Teori Awan Debu

Teori ini mengatakan, bahwa calon Tata Surya semula merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan itu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu.

Sementara debu dan gas itu terus berputar, hilanglah awannya. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjadi matahari.

Apa Itu Litosfer ?

Lapisan Bumi

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani, litosfer berasal dari kata Lithos artinya batuan, dan Sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi. Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan ketabalan kurang lebih 1200 km. Ahli- ahli Geofisika menggunakan istilah litosfer dalam pengertian yang lebih terbatas yaitu kulit luar bumi yang tipis, disebut kerak (crust). 

 Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan Silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).


Bumi terdiri dari tiga lapisan, yaitu inti, mantel, dan kerak.

a. Inti Bumi (Terdiri dari Besi dan Nikel)
    Inti Bumi mempunyai jari-jari ±3.450 km, dengan volume 
    kurang dari 20% volume bumi. Inti bumi ada dua yaitu inti 
    dalam dan inti luar.



b. Mantel
    Mantel adalah lapisan bumi yang mempunyai ketebalan ±2.900  
    km, suhu ±1.500˚C-3.000˚C, serta tersusun oleh batuan yang
    amengandung silikat dan magnesium.



c. Kerak Bumi
    Ada dua macam kerak bumi, yaitu kerak benua dan kerak 
    samudra. Kurang lebih 65% kerak bumi merupakan kerak 
    samudra.
    
 Manfaat Litosfer dalam Kehidupan

Litosfer merupakan tempat melakukan aktifitas bagi manusia serta makhluk hidup lainnya. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut.

a. Untuk kebutuhan industri, seperti industri elektronika, industri 
    peralatan rumah tangga, industri bahan bangunan, maupun 
    industri kendaraan bermotor dapat memanfaatkan unsur besi dan 
    aluminium.



b. Dalam lapisan litosfer banyak terkandung berbagai mineral, 
    seperti intan, emas, perak, dan lain-lain. 



c. Unsur uranium meskipun dalam jumlah yang sedikit dan terbatas
    dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan pembuatan bahan 
    peledak.



d. Dalam kegiatan pertanian juga memanfaatkan unsur pada litosfer
    seperti pupuk buatan berupa NPK (nitrogen, phosphat, dan 
    kalium).  

Rabu, 12 November 2014

Penjelasan Aspek Kependudukan (Rumus Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk)



Penjelasan Aspek Kependudukan (Rumus Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk)
Grafik Pertumbuhan Penduduk

Jumlah Penduduk pada suatu wilayah atau negara pada dasar nya dapat dikelaskan sebagai suatu modal atau beban pembangunan. Sejarah perkembangan jumlah penduduk Indonesia mulai akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sejak pencatatan penduduk yang dilaksanakan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1920. Pada saat itu, jumlah penduduk Indonesia sekitar 52,3 juta jiwa. Sepuluh tahun kemudian, yaitu berdasarkan hasil sensus pertama di negeri Indonesia pada 1930, jumlah penduduk berkembang menjadi 60,7 juta jiwa, sedangkan pada 1940 menjadi 70,4 juta jiwa. Data Statistik tersebut memperlihatkan bahwa dalam periode 1920–1940 jumlah penduduk Indonesia bertambah sekitar 8 sampai 9 juta jiwa setiap 10 tahun.

    Dampak pertambahan penduduk :
    • Persaingan lapangan pekerjaan
    • Persaingan untuk mendapat permukiman.
    • Kesempatan pendidikan
    • Pengendalian ledakan penduduk
    • Insentif dan sanksi
    • Pendidikan kependudukan
Pertumbuhan penduduk dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Pertumbuhan penduduk alami  (pertumbuhan penduduk  yang dipengaruhi  oleh kelahiran  dan  kematian) Rumus  mencari  pertumbuhan Penduduk Alami  adalah  jumlah kelahiran  dikurangi  kematian.
T = L - M
Keterangan :
T = Jumlah penduduk
L = Jumlah kelahiranian
M = Jumlah kematian
  1. Pertumbuhan penduduk total  (pertumbuhan penduduk  dipengaruhi  oleh kelahiran, kematian, dan  migrasi internasional). Rumus  mencari  pertumbuhan penduduk total  adalah : 
T = L – M + I – E
Keterangan :
T = jumlah penduduk
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigran  ( ke dalam negeri )
E = jumlah emigran ( ke luar negeri )

Pertumbuhan penduduk  dipengaruhi oleh :
  • Kelahiran/natalitas/ fertilitas Adalah  jumlah kelahiran  tiap 1000 penduduk  per tahun  (CBR = Crude Birth Rate)
  • Kematian/ mortalitas adalah  jumlah kematian  tiap 1000 orang  per tahun  (CDR = Crude Death Rate)
  • Migrasi internasional adalah  perpindahan penduduk  antar negara

CARA MEMPEROLEH DATA KEPENDUDUKAN
1. Sensus Penduduk
    Sensus penduduk adalah Kegiatan menghitung jumlah penduduk suatu negara.
    a. Ciri-ciri Sensus Penduduk
  • Di laksanakan setiap 10 tahun.
  • Di buat dan diselenggarakan oleh pemerintah. (Indonesia : BPS).
  • Di lakukan terhadap penduduk di suatu wilayah yang batas-batasnya ditentukan secara pasti.
  • Pencatatan universal dan menyeluruh
  • Di lakukan serentak (1 hari) dan teratur (5 atau 10 tahun)
  • 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010.

    b. Cara-cara Sensus Penduduk
  • Sensus de facto perhitungan penduduk yang dikenakan pada orang yang ada di wilayah sensus pada saat pelaksanaan sensus.
  • Sensus de jure perhitungan penduduk yang dikenakan pada orang yang benar-benar berdiam di wilayah sensus pada saat pelaksanaan sensus.
  • De facto (menurut tempat tinggal pada saat sensus) dan de jure (menurut tempat tinggal yang tetap).