Minggu, 07 Desember 2014

Bagaimana Gejala Vulkanisme Terjadi ?

Vulkanisme merupakan gejala alam akibat pergerakan magma. Magma berada di bawah kulit bumi dan berbentuk cair serta berpijar. Magma dapat bergerak naik ke permukaan bumi melalui saluran-saluran seperti pipa yang disebut Diatrema. Magma yang telah sampai di permukaan bumi disebut lava atau lahar. Pergerakan magma dibedakan menjadi dua macam, yaitu intrusi dan ekstrusi.


Simulasi Gunung Merapi

 a. Intrusi Magma

Intrusi magma atau disebut juga Plutonisme, merupakan pergerakan magma memasuki celah-celah kulit bumi, namun tidak sampai naik ke permukaan. Intrusi magma dapat menyebabkan terbentuknya bagian-bagian bumi sebagai berikut:
  • Keping intrusi atau sill yakni magma beku yang bentuknya lebar namun tipis, mendatar berada di antara    lapisan sedimen.
  • Batolit, yakni dapur magma beku yang tidak beralas.
  • Lakolit, yakni magma yang berada di antara dua lapisan batu dengan bentuk cembung dengan alas mendatar.
  • Korok atau gang, yakni magma beku yang posisinya memotong lapisan sedimen secara vertikal.
  • Apofisa, yakni cabang atau gumpalan dari korok.

   b. Ekstrusi Magma

Ekstrusi Magma merupakan pergerakan magma dari dapur magma ke permukaan bumi. Kita dapat menyaksikan peristiwa alam ini melalui letusan gunung berapi. Ekstrusi magma berdasarkan materi yang dikeluarkan dibedakan menjadi tiga yaitu:
  • erupsi eksplosif, yakni keluarnya magma dengan cara terlempar dengan materi relatif padat,
  • erupsi effusif, yakni magma keluar dengan cara meleleh dan bentuk materi cair, dan
  • erupsi campuran, yakni keluarnya materi padat dan materi cair secara bergantian.

Gunung Api (Volcano)

Gunung api adalah bukit atau gunung yang mempunyai lubang kepundan sebagai tempat keluarnya magma dan gas ke permukaan bumi.

Bentuk-bentuk Gunung Api :

1. Berdasarkan bentuk lubang tempat letusannya
a) Erupsi sentral
Yaitu letusan gunung api yang melalui sebuah lubang kepundan sebagai pusat letusannya. Erupsi ini menghasilkan 6 bentuk gunung api, antara lain :
  • Gunung api strato, yaitu gunung api yang timbunan lereng gunungnya berlapis-lapis.
  • Gunung api maar, yaitu gunung api yang terbentuk karena erupsi eksplosif sehingga membentuk lubang kawah yang besar.
  • Gunung api perisai, yaitu gunung api yang terbentuk karena lava yang melair tidak kental sehingga alasnya luas dan lerengnya landai.
  • Gunung api kerucut piroklastik adalah kerucut gunung api yang tersusun atas material piroklastik (bahan-banhan lepas gunung api).
  • Gunung api kaldera, yaitu suatu gunung api berbentuk kerucut terpancung dengan kawah yang sangat lebar (>2km) yang terbentuk akibat erupsi eksplosif yang sangat dahsyat.
  • Kubah lava, yaitu tonjolan batuan lava berbentuk membundar dengan kemiringan lereng relatif sama ke segala arah.

b) Erupsi Linier
Yaitu letusan melalui celah-celah atau retakan-retakan.

c) Erupsi Areal
Yaitu letusan melalui lubang yang sangat luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar