Minggu, 30 November 2014

Pengertian Qanaah

Qanaah berasal dari kata qāni'a-qanā'atan yang artinya merasa cukup atau rela. Sedangkan menurut istilah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas apa yang telah dimilikinya serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang.

Seseorang yang memiliki sikap qanaah akan menerima dengan Ikhlas semua pemberian Allah swt., dan senantiasa berpikir, Allah telah memberikan kenikmatan sesuai ukuran kebutuhan kita. Oleh karena itu, ia akan selalu bersyukur kepada Allah swt.

Sikap qanaah bukan berarti bertindak putus asa dalam mencari rezeki Allah. Manusia harus tetap berusaha Mencari Karunia Allah dengan cara-cara yang baik sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Adapun hasil dari usaha itu harus diterima dengan lapang dada seraya berserah diri kepada Allah swt.

Manfaat Qanaah :
  • Hidupnya selalu merasa lebih tenang dan tentram.
  • Menumbuhkan sikap optimis dalam setiap usaha 
  • Tidak mudah berputus asa.
  • Mampu menjauhkan dari sikap iri
  • Selalu bersyukur kepada Allah

Sifat qanaah tidak membuat orang mudah Putus Asa atas ujian dan cobaan yang diberikan Allah Swt, baik berupa ketakutan, kelaparan, bencana, maupun kekurangan harta benda. Akan tetapi, mereka akan tetap bersabar menerima ujian tersebut dan tidak patah semangat untuk menjalani kehidupannya kembali. Hal ini sebagaimana Firman Allah Swt dalam Al qur`an  surah Al Baqarah:155)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)

Artinya: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah:155)

Contoh Perilaku Qanaah

Diantara beberapa contoh yang mencerminkan sifat qanaah adalah sebagai berikut :
  • Menerima dengan ikhlas setiap rezeki yang diberikan Allah Swt.
  • Senantiasa berpikir positif menerima ujian, cobaan, kegagalan, bahkan nikmat dari Allah Swt.
  • Bekerja keras dan tetap optimis.
  • Tidak berlebih-lebihan artinya membelanjakan harta sesuai kebutuhan.



Pengertian Kalimat Istirja atau Tarji'


Kalimat istirja’ berbunyi “inna lillahi wa inna illahi raji’un”. kalimat tersebut mempunyai arti “Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali”. Maksudnya bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah milik dan ciptaan Allah, maka kelak semuanya akan kembali kepada yang menciptakan dan yang memiliki yakni Allah swt.
Kalimat istirja bisa di ucapkan pda saat seseorang sedang tertimpah musibah atau cobaan. misalnya, pada saat salah seorang diantara kita meninggal dunia atau terkena bencana, seperti tsunami, tanah longsor, banjir, terpeleset, atau hal-hal lainya.

Sesungguhnya setiap musibah yang menimpah manusia disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Musibah tersebut ditimpahkan oleh Allah sebagai peringatan agar manusia itu kembali ke jalan yang benar. Bahkan jika semua kesalahan manusia dibalas langsung oleh Allah dengan musibah, bisa jadi seumur hidupnya manusia dicerca dengan berbagai musibah. Hanya saja banyak kesalahan manusia itu yang diampuni oleh Allah swt, sehingga musibah yang menimpah manusia tidak terlalu banyak.

Sebagaimana dalam Al-qur'an surat Al-Baqarah ayat 156, yang Artinya :

" (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali)." (Al-Baqarah 2:156)

Bacaan tersebut dikenal dengan sebutan bacaan "istirja" atau "tarji". Istirja' merupakan frase umat Islam apabila seseorang tertimpa musibah dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita seseorang. Umat Islam meyakini bahwa Allah adalah Esa yang memberikan dan Dia jugalah yang mengambil, Dia menguji umat manusia. Oleh karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan atas segala yang mereka terima. Pada masa yang sama, mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima cobaan atau musibah. Kemudian dalam syariat Islam, jika seorang Muslim ditimpa musibah, kemudia ia bersabar dan mengucapkan kalimat istirja' maka Allah akan memberikan pahala.

Penjelasan Ikhtiar dan Contohnya


Pengertian Ikhtiar :

Penjelasan Ikhtiar dan Contohnya
Ikhtiar
Ikhtiar berasal dari Bahasa Arab (إخْتِيَارٌ) yang berarti mencari hasil yang lebih baik. Adapun secara istilah, pengertian ikhtiar yaitu  usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi. Maka, segala sesuatu baru bisa dipandang sebagai ikhtiar yang benar jika di dalamnya mengandung unsur kebaikan. Tentu saja, yang dimaksud kebaikan adalah menurut syari’at Islam, bukan semata akal, adat, atau pendapat umum. Dengan sendirinya, ikhtiar lebih tepat diartikan sebagai “Memilih yang baik-baik”, yakni segala sesuatu yang selaras tuntunan Allah dan Rasul-Nya. 


Ikhtiar juga dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Akan tetapi, jika usaha kita gagal, hendaknya kita Tidak Berputus Asa. Kita sebaiknya mencoba lagi dengan lebih keras dan tidak berputus asa. Kegagalan dalam suatu usaha, antara lain disebabkan keterbatasan dan kekurangan yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri. Apabila gagal dalam suatu usaha, setiap muslim dianjurkan untuk bersabar karena orang yang sabar tidak akan gelisah dan berkeluh kesah atau berputus asa. Agar ikhtiar atau usaha kita dapat berhasil dan sukses, hendaknya melandasi usaha tersebut dengan niat ikhlas untuk mendapat ridha Allah, berdoa dengan senantiasa mengikuti perintah Allah yang diiringi dengan perbuatan baik, bidang usaha yang akan dilakukan harus dikuasai dengan mengadakan penelitian atau riset, selalu berhati-hati mencari teman (mitra) yang mendukung usaha tersebut, serta memunculkan perbaikan-perbaikan dalam manajemen yang Professional.


Sebagaimana Al-Qur'an menjelaskan :


إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ   ( سورة الرعد:11) 
Artinya : … Sesungguhnya allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri … ( QS. Ar-Ra’du 11 )
 Manfaat Ikhtiar
Seorang muslim yang senantiasa berikhtiar akan memiliki Dampak Positif, di antaranya sebagai berikut :
  • Merasakan kepuasan bathin, karena telah berusaha dengan sekuat tenaga dan kemampuanya yang di miliki.
  • Terhormat di hadapan allah dan sesama manusia.
  • Dapat berhemat karena merasakan susahnya bekerja.
  • Tidak mudah berputus asa.
  • Menghargai jerih payahnya dan jerih payah orang lain.
  • Tidak menggantungkan orang lain dalam hidupnya.
  • Menyelamatkan akidahnya, karena tidak ( bebas ) bertawakal kepada makhluk.

Pengertian Tawakal


Pengertian Tawakal
Tawakal

Tawakal menurut bahasa arab " At Tawakul " yang di bentuk dari kata " Wakala ", artinya menyerahkan, mempercayai, atau mewakilkan, bersandar kepada dinding. Jadi pengertian Tawakal secara istilah adalah rasa pasrah hamba kepada allah swt yang di sertai dengan segala daya dan upaya mematuhi, setia dan menunaikan segala pertintah-Nya. Orang yang mempunyai  sikap tawakal akan senantiasa bersyukur jika mendapatkan suatu keberhasilan dari usahanya. Hal ini karena ia menyadari bahwa keberhasilan itu di dapatkan atas izin dan kehendak Allah. Sementara itu, jika mengalami kegagalan orang yang mempunyai sifat tawakal akan senantiasa merasa ikhlas menerima keadaan tersebut tanpa merasa putus asa dan larut dalam kesedihan karena ia menyadari bahwa segala keputusan Allah pastilah terbaik.

Hadis yang Terkait dengan Tawakal


Imam Ibnu Rajab berkata : ” Hakekat tawakal adalah hati benar – benar bergantung kepada Allah SWT guna memperoleh maslahat dan menolak madharat dari urusan dunia dan akherat dan menyerahkan semua urusankepada-Nya.” ( Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 588, hadist no. 49 ).
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata : ” Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apa – apa yang tidak disenangi disertai percaya penuh kepada Allah dan menempuh sebab yang diizinkan syariat.”
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa tawakal mempunyai dua syarat:
  • Penyandaran tawakal kepada Allah dengan sebenar – benarnya.
  • Harus menempuh sebab yang diizinkan syarat

Tingkatan Tawakal
Menurut Al-Ghazali, di dalam penerapannya.tawakal terdiri atas tiga tingkatan:
  • Tingkatan bidayah
  • Yaitu hati senantiasa Tentram terhadap apa yang dijanjikan atau yang di tentukan allah swt
  • Tingkatan taslim
  • Yaitu menyerahkan semua urusan kepada allah swt, karena dialah yang mengetahui segala sesuatu mengenai diri dan keadaannya.
  • Tingkatan tafwid
  • Yaitu rela dan ridha menerima segala ketentuan allah swt, bagaimanapun bentuk dan keadaannya
Dampak Positif Tawakal
  • Perwujudan dari keimanan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
  • Mendukung usaha perdamaian antar sesama manusia.
  • Menguatkan jiwa dalam menghadapi permasalahan hidup.
  • Mendatangkan ketenangan jiwa.
  • Menumbuhkan kesadaran bahwa sesuatu kembali kepada Allah.
  • Mendatangkan kepuasan batin

Hikmah Tawakal

  • Selalu berada dalam ketenangan,ketentraman, dan kegembiraan.
  • Jika ia memperoleh nikmat dan karunia dari allah swt,ia akan bersyukur.
  • Jika ia memperoleh suatu musibah ia akan tetap bersabar.
  • Selalu menyerahkan semua keputusan bahkan dirinya sendiri hanya kepada allah swt.

Jumat, 28 November 2014

Pengertian Akhlak Terpuji dan Macamnya

Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnya “Khuluqun” yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan “Khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan.
Pengertian Akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengerti benar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata – mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata akhlaq. Akhlaq disini sebagai tata atau norma dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.

Macam-macam Akhlak

Akhlaq secara umum terbagi kepada 2 bagian, yaitu :
          Yaitu sikap, tingkah laku perbuatan, perkataan dan gerak hati yang dapat menarik              kecintaan Allah dan makhluknya.
          Yaitu sikap, tingkah laku perbuatan, perkataan dan gerak hati yang dapat                              menyebabkan kemarahan dan kemurkaan Allah dan makhluknya.

Berikut ini adalah macam-macam akhlak terpuji :
  • Shiddiq (benar atau jujur) 
  • Al-manah (menyampaikan atau terbuka) 
  • Tabligh (menyampaikan atau terbuka) 
  • Fathana (cerdas dan cakap) 
  • Istiqamah (teguh pendirian) 
  • Ikhlas berbuat atau beramal 
  • Syukur (menerima baik) 
  • Sabar (teguh) 
  • Iffah (perwira) 
  • Tawadhu’, adalah sikap sabar yang tertanam dalam jiwa untuk dapat mengendalikan hawa nafsu. 
  • Syaja’ (berani) 
  • Hikmah (bijaksana) 
  • Tasamuh (toleransi) 
  • Lapang dada 
  • Adil 
  • Qana’ah 
  • Intiqad atau mawas diri 
  • Al-Afwu atau pemaaf 
  • Anisatun atau bermuka manis 
  • Khusyu’ atau tenang dala beribadah 
  • Wara’, adalah sikap batin yang tertanam dalam jiwa yang selalu menjaga dan waspada dari segala bentuk perbuatan yang mungkin mendatangkan dosa, baik itu dosa kecil atau dosa besar. 
  • Belas kasihan 
  • Beriman kepada Allah 
  • Ta’awun atau tolong menolong 
  • Tadarru atau merendah 
  • Shalihah (shaleh) 
  • Sakhaa’ (pemurah) 
  • Nadhief (bersih) 
  • Ihsan 
  • Uswatun hasanah (teladan yang baik) 

Pengertian Qurban dan Waktu Pelaksanaannya


Pengertian Qurban dan Waktu Pelaksanaannya
Qurban

Qurban dalam bahasa Arab disebut udhiyah, yang berarti menyembelih hewan pada pagi hari. Sedangkan menurut istilah, Qurban adalah beribadah kepada Allah dengan cara menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik (tanggal 11,12 dan 13 Zulhijah).

Binatang yang sah untuk qurban ialah yang tidak bercacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur sebagai berikut:

1.      Domba yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti gigi.
2.      Kambing yang telah berumur dua tahun atau lebih.
3.      Unta yang telah berumur lima tahun atau lebih.
4.      Sapi, Kerbau yang telah berumur dua tahun atau lebih.



SYARAT SAH QURBAN:


  • Hewan yang hendak diqurbankan itu hendaklah dalam keadaan sempurna tanpa ada kecacatan yang nyata tanpa ada kecacatan yang nyata dan mengurangkan daging atau memudaratkan kesehatan.
  • Dilakukan pada waktu yang dikhususkan untuk menjalankan ibadah qurban.
  • Ibadah qurban hendaklah disertakan dengan niat.   
         Bagi yang berqurban boleh memakan sebagian kecil dari qurbannya. Bagi mereka yang belum mampu qurban sendiri diperbolehkan dengan cara patungan (mengumpulkan uang) kemudian dibelikan kambing untuk qurban. Akan tetapi bagi orang yang bernadzar untuk qurban menjadi wajib, untuk itu dagingnya sedikitpun tidak boleh dimakan oleh yang bersangkutan. Dia wajib menyedekahkan semua qurbannya. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum qurban adalah Sunnah Muakkad dan menjadi Wajib bagi orang yang bernadzar untuk qurban. 
Ketentuan Qurban


a.   Waktu qurban
Waktu berqurban adalah sesudah shalat idul adha tanggal 10 Dzulhijjah ditambah hari tasyrik yaitu tanggal 11 sampai terbenam matahari tanggal 12 Dzulhijjah.

b.   Jumlah qurban
1)     Seekor kambing untuk satu orang
2)     Seekor sapi atau kerbau untuk tujuh orang
3)     Seekor unta untuk tujuh orang

Hadits Nabi Saw

عَنْ جَابِرٍ نَحَرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ 


الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ (رواه مسلم)


Artinya :“Dari Jabir, kami telah menyembelih qurban bersama-sama Rasulullah Saw pada tahun hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim).

  Sunnah waktu qurban

1)     Membaca “Basmalah”
2)     Membaca Shalawat Nabi
3)     Membaca Takbir sebagaimana takbir hari raya
4)     Membaca do’a qurban :
بِسْمِ اللهِ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

5)     Binatang yang disembelih dihadapkan ke kiblat. 



Manfaat Daging Qurban dan Pembagiannya



Qurban dilaksanakan pada dasarnya Menguji Iman seseorang yang sudah
mampu untuk melepaskan sebagian hartanya, sehingga dari qurban itu dapat
menggembirakan fakir miskin yang selama ini makan daging danmakan makanan
yang bergizi. Firman Allah Swt.

Artinya : " Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al Hajj : 28)


Sedangkan Manfaat Qurban adalah di samping menggembirakan fakir miskin 
juga menunjukkan bahwa umat Islam peduli kepada saudara-saudaranya yang 
sekian lama tidak makan makanan yang bergizi. Kita tahu bahwa daging hewan
mengandung banyak protein, sehingga dengan daging qurban tersebut kita dapat
membantu program pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya
mereka yang tergolong faki miskin.







Tata Cara Melaksanakan Shalat Idul Fitri

shalat Idul Fitri adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada hari raya Idul Fitri yaitu tepat pada tanggal 1 Syawal Tahun Hijriah setelah melewati bulan suci Ramadhan (bulan puasa). Mengenai hukum shalat idul fitri adalah Sunnah Mu’akkad, telah kita ketahui bahwa selain shalat fardhu lima waktu hukum shalat tersebut adalah sunnah. Waktu pelaksanaan shalat idul fitri pada tanggal 1 Syawal mulai terbit matahari sampai matahari tergelincir (datang waktu Dzuhur).


Cara Mengerjakannya

  • Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.
  • Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk shalat Tahiyatul-Masjid dua rakaat. Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat Id itu.
  • Lafazh / Niatnya ialah sebaga berikut :
                    ->Jika shalat 'Idul Fitri :

                        "Ushallii sunnatal-li'iidil-fitri rak'ataini lillahi ta'aalaa.

                         Artinya:
                       ''Aku niat shalat sunah 'Idul Fitri dua raka'at karena Allah Ta'ala.''

                  ->Jika shalat 'Idul Adha :

                        "Ushallii sunnatal-li'iidil-adhhaa rak'ataini lillahi ta'aalaa.

                         Artinya :
                       ''Aku niat shalat sunah 'Idil Adha dua raka'at karena Allah Ta'ala.''
  • Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca Doa Iftitah, selanjutnya Takbir 7 Kali dan setiap habis takbir disunahkan membaca :
               Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.


                 Artinya :
             " Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan                         Allah dan Allah Maha Besar."
  • Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca Surat Qaf atau Surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal-a'laa).
  • Pada raka'at kedua, sesudah berdiri untuk raka'at kedua membaca Takbir 5 Kali, dan setiap takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada raka'at pertama.
  • Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak nyaring.
  • Shalat ini dikerjakan dua raka'at dan dilakukan sebagaimana shalat-shalat lainnya.
  • Khutbah dilakukan sesudah shalat 'Id dua kali, yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.
  • Hendaknya dalam khutbah 'Idul Fitri berisi penerangan tentang Zakat Fitrah dan pada hari raya Haji / Qurban berisi penerangan tentang ibadah haji dan Hukum Kurban.



Kamis, 27 November 2014

Cara Menghitung Perhitungan Waktu Pada Matematika

Dalam materi pelajaran kali ini siswa mulai diperkenalkan pada Manajemen Waktu. Siswa diharapkan mampu menghitung lama waktu yang akan digunakan untuk suatu kegiatan maupun Menghitung Jumlah Waktu yang telah digunakan.


1 jam = 60 menit

1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 menit = 1/60 jam
1 detik = 1/60 detik
1 jam = 1/3.600 detik


Contoh kasus:
Jarak Jakarta – Bogor 60 km. Ria berangkat ke Bogor dengan sepeda motor  pukul07.30.

Kecepatan rata-rata 40 km/jam.
a. Berapa lama Waktu Tempuh yang dibutuhkan oleh Ria untuk sampai ke Bogor ?
b. Pukul Berapakah Ria tiba di Bogor?

Jawaban :

a. Rumus menghitung waktu tempuh = \!t=\frac{s}{v} atau
= Jarak : kecepatan

= 60 km : 40 km/jam
= 1, 5 jam
Jadi, Ria memerlukan waktu untuk menempuh jarak Jakarta – Bogor adalah
1,5 jam = 1 jam 30 menit.

b. Ria tiba di Bogor = Waktu keberangkatan + waktu tempuh

=  pukul 07.30+ pukul 01.30
=  09.00
Jadi Ria tiba di Bogor pukul 09.00

Tips Menyelesaikan Soal Cerita Pada Pelajaran Matematika

Belajar dalam menyelesaikan Soal Cerita harus mengetahui  cara–cara dan langkah–langkah yang harus dilakukan siswa. Hanya dengan membaca atau mendengarkan penjelasan guru tidak akan menolong dan memberi pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita.

Untuk dapat menyelesaikan soal cerita, siswa harus menguasai hal-hal yang dipelajari sebelumnya, misalnya pemahaman tentang satuan ukuran luas, satuan ukuran panjang dan lebar, satuan berat, satuan isi, nilai tukar mata uang, satuan waktu, dan sebagainya. Di samping itu, siswa juga harus menguasai materi prasyarat, seperti rumus, teorema, dan aturan/ hukum yang berlaku dalam Matematika. Pemahaman terhadap hal-hal tersebut akan membantu siswa memahami maksud yang terkandung dalam soal-soal cerita tersebut.

Berikut ada beberapa tips yang harus di lakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pelajaran matematika :


      1.   Kalimat pernyataan

            Kalimat Pernyataan dalam soal cerita adalah semua yang dinyatakan atau                       diceritakan dalam soal tersebut. Dengan memahami kalimat pernyataan maka kita           dapat  menuangkannya dalam kalimat matematika.

      2.  Kalimat pertanyaan

     Kalimat Pertanyaan pada umumnya terletak diakhir soal dan merupakan hal yang      sangat penting untuk dipahami, karena kita tidak akan dapat menjawab soal tanpa            memahami pertanyaannya.

      3.  Kalimat matematika

           Kalimat Matematika adalah tulisan dalam bentuk bilangan dan  operasi hitung              hasil dari pemahaman kalimat pernyataan. Kalimat matematika merupakan intisari          kalimat pernyataan yang ditulis dalam bentuk bilangan dan operasinya.

    Contoh 1 :

Di toko  Pak Ridwan tersedia 12 karung beras. Setiap karung beratnya 50 kg. Jika hari ini dan kemarin masing-masing terjual 175 kg dan 120 kg, berapa kg sisa beras di toko Pak Ridwan sekarang ?

keterangan :

      1. Baca pernyataan (soal) secara berulang-ulang hingga paham.
      2. Hal yang ditanyakan adalah sisa beras setelah terjual selama 2 hari.
      3. Tuliskan kalimat matematikanya.
   
Jawab:
Dik : a. Di toko tersedia 12 karung beras masing-masing beratnya 50 kg
          b. Beras yang terjual dari hari ini dan kemarin masing-masing 175 kg dan 120 kg

Dit : Berapa kg sisa beras di toko pak Ridwan sekarang ?

penyelesaian :

( Jumlah karung beras X Berat setiap karung ) - ( Beras yang terjual hari ini + beras yang terjual kemarin )
= ( 12 karung X 50 kg ) - ( 175 kg + 120 kg )
= 600 kg - 295 kg
= 305 kg

jadi, Sisa beras di toko pak Ridwan adalah 305 kg