Kamis, 13 November 2014

Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru


Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru
Gambar 1
Kegagalan PKI dalam upaya kudeta pada tahun 1965 menimbulkan dua permasalahan besar bagi Indonesia. Pertama, carut-marutnya perekonomian Indonesia dengan inflasi sampai 600%. Kedua, terjadinya konflik sosial akibat dendam pada PKI dan organisasi bawahannya. Kedua permasalahan tersebut perlahan-lahan bisa diatasi dengan tampilnya Jenderal Soeharto.  Orde Baru   pun lahir dengan tekad melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Selanjutnya,  Orde Baru   bertakhta dalam kehidupan bangsa Indonesia selama 32 tahun. Mengapa  Orde Baru   bisa tumbang pada tahun 1998?

Runtunya Rezim Orde Baru disebabkan oleh beberapa faktor baik yang datang dari eksternal maupun internal negeri. Faktor Ekternal yaitu pengaruh krisis moneter Asia yang melanda Thailand, sedangkan faktor internal yaitu stagnansi perekonomian Indonesia serta kolusi, korupsi, dan nepotisme yang menggerogoti pemerintahan. Berikut dibawah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai Faktor-faktor penyebab runtuhnya orde baru.


Sebab-sebab berakhirnya pemerintahan Orde Baru adalah terbatasnya kemempuan pemerintah dalam mengatasi persoalan bangsa dan Negara yang meliputi: 

1. Krisis Moneter. Ketika krisis moneter melanda Negara-negara Asia Tenggara, maka                 Indonesia merupakan salah satu Negara yang paling lemah kemampuannya untuk                   mengatasi krisis itu.Ketidakmampuan Indonesia tersebut meliputi: 
  • Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika turun sampai titik terendah yaitu Rp 16.000 per dollar Amerika. 
  • Lembaga perbangkan menngalami keterpurukan sehingga beberapa bank nasional harus dilikuidasi. 
  • Harga barang-barang kebutuhan pokok meningkat sangat tinggi. 
  • Dunia investasi mengalami kelemahan. 
  • Daya beli masyarakat mengalami penurunan. 

2. Krisis Ekonomi. Krisis moneter membawa dampak yang sangat besar terhadap krisis             ekonomi.Krisis ekonomi ditandai oleh beberapa indicator. 
  • Lemahnya investasi sehingga dunia industry dan usaha mengalami keterpurukan akibat dari kekurangan modal. 
  • Produktivitas dunia industry mengalami penurunan 
  • Angka pengangguran sangat tinggi sehingga pendapatan dan daya beli masyarakat menjadi sangat rendah. 

3.  Krisis Politik Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak terlalu peduli terhadap system        politik yang dibangun oleh pemerintahan Orde Baru. Namun dalam kenyataannya                  masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan politik yang dibangun                                    pemerintahan Soeharto. Oleh karena itu,ketika harapan masyarakat tidak dapat                        terpenuhi,maka muncul beberapa tuntutan agar pemerintah lebih memperhatikan nasib        masyarakat kecil. Karena itulah terjadi krisis politik. Sementara, pemerintahan                        Orde Baru sendiri tidak mampu mengatasi krisis politik yang berkembang. Oleh                      karena itu, satu-satunya jawabannya adalah dengan menuntut Presiden Soeharto                    untuk mengudurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden yang dipandang sudah tidak          mampu lagi menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik sehingga perlu diganti. 

4. Krisis Sosial Demonstrasi-demonstrasi yang dipelopori para mahasiswa telah mendorong      terjadinya krisis sosial. Kerusuhan, kekacauan, pembakaran, dan penjarahan                            merupakan fenomena yang terus terjadi di beberapa daerah. Di samping itu,                              banyaknya pengangguran dan pemutusan hubungan kerja telah menambah krisis                    sosial. 

5. Kris Hukum Kekuasaan kehakiman yang merdeka dari kekuasaan pemerintah belum             dapat direalisasikan. Bahkan dalam praktiknya, kekuasaan kehakiman menjadi pelayan         kepentingan para penguasa dan kroni-kroninya. Memang harus diakui bahwa system             peradilan pada masa Orde Baru tidak dapat dijadikan barometer untuk mewujudkan              pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Keadaan    itulah yang menambah ketidak percayaan masyarakat tyerhadap pemerintahan Orde              Baru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar