Jumat, 14 November 2014

Pengertian Archaebacteria

Istilah Archaebacteria berasal dri bahasa Yunani, Archaio, yang artinya kuno. Para ahli mengajukan hipotesis bahwa Archaebacteria merupakan sel-sel paling awal (kuno) yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Organisme Eukariotik (memiliki membran inti sel). Archaebacteria hidup dilingkungan yang ekstrim yang mirip dengan dugaan lingkungan kehidupan awal dibumi.
Pengertian Archaebacteria
Bakteri

Archaebacteria Sub-kerajaan kerajaan Prokariotayangatas dasar baik komposisi RNA dan DNA dan Biokimiaberbeda secara signifikan dari bakteri lainMereka diduga menyerupai bakteri kuno yang pertama kali muncul di lingkungan yang ekstrim seperti yang kaya sulfur,ventilasi laut dalam. Archaebacteria memiliki dinding yang unik sel seperti proteindan kimiamembran seldan ribosom yang khasMereka termasuk bakteri yang memproduksi metana,yang menggunakan senyawa organik sederhana seperti metanol dan asetat sebagai makananmenggabungkan mereka dengan karbon dioksida dan gas hidrogen dari udaradan melepaskan metana sebagai produk sampinganBakteri dari sumber air panas dan daerah asin memiliki berbagai cara untuk memperoleh pangan dan energitermasuk penggunaan mineral bukan senyawa organikMereka mencakup baik Bakteri Aerob dan AnaerobBeberapa bakteri yang ada pada sumber air panas dapat mentolerir suhu sampai 88 ° C (190° Fdan keasaman pH serendah 0,9Satu spesies, Thermoplasmamungkin terkait dengannenek moyang dari nukleus dan sitoplasma sel eukariot yang lebih majuBeberapa ahli taksonomi menganggap archaebacteria menjadi begitu berbeda dari organisme hidup lainnyabahwa mereka merupakan pengelompokan yang lebih tinggi yang disebut domain.
Kelompok Archaebacteria merupakan organisme yang menempati daerah yang ekstrim seperti sumber air panas dan air dengan kadar garam (salinitas) tinggi. Para ilmuwan mengelompokkan Archaebacteria ke dalam tiga kelompok, yaitu Metanogenik, Halofilik dan Termofilik (Start and Taggart, 1995: 352).

Archaebacteria terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut:
  • Bakteri metanogen.
  • Halobakterium. Genus Halobacterium dan Halococcus mencakup bakteri yang halofil ekstrem, bersifat aerob, dan heterotrof. Bakteri genus ini banyak ditemukan di tambak garam laut. Pada saat terjadi penggandaan sel dari halobakterium yang mengandung karotenoid, air akan berwarna merah intensif. Selain itu, Halobakterium dan Halococcus dapat tumbuh optimum pada larutan NaCl, 3,5 sampai 5 molar, serta mampu memanfaatkan energi cahaya untuk metabolisme tubuhnya.
  • Bakteri termo-asidofil. Dalam kelompok ini, terhimpun Archaebacteri yang bersifat nonmetanogen yang berbeda-beda. Di dalamnya juga terdapat wakil autotrof dan heterotrof, asidofil ekstrem, neurofil, serta aerob dan anaerob.

Ciri – ciri Archaebacteria :
  • Uniseluler prokariotik, yaitu tidak memiliki membrane inti sel
  • Memiliki dinding sel
  • Mempunyai 1 jenis RNA polimerase
  • Biasanya hidup pada lingkungan ekstrem, seperti daerah dengan kadar garam tinggi
  • Reproduksi dengan cara pembelahan biner, pembentukan tunas, fragmentasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar